Senin, 15 September 2008

Spirit 23 Januari

SPIRIT 23 JANUARI MEMICU PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI GORONTALO

Oleh : Yosef P. Koton

23 Januari 1942 adalah hari merdekanya daerah Gorontalo. Dibawah komando pejuang kemerdekaan waktu itu, Pak Nani Wartabone berhasil memerdekakan daerah Gorontalo dari penjajahan Belanda. Pak Nani dan kawan-kawan tak tahan melihat dan merasakan penderitaan yang dialami rakyat Gorontalo pada waktu itu, akibat penjajahan dan penzaliman yang dilakukan Belanda terhadap rakyat Gorontalo, dimana kekayaan alamnya dijarah untuk kemakmuran bangsa Belanda dan lebih menyedihkan lagi segala bangunan yang sudah terbangun akan dibumi hanguskan. Terdorong oleh situasi, kondisi, jiwa kebangsaan dan kedaerahan serta kerakyatan Pak Nani dengan beraninya tampil kedepan memimpin rakyat Gorontalo mengusir penjajah dari Bumi Serambi Medinah dan upaya yang dilakukan tersebut berhasil memerdekakan Gorontalo dari penjajahan bangsa Belanda pada 23 Januari 1942. 3 tahun kemudian, merdekanya daerah Gorontalo ini menjadi inspirator dan motivator Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta untuk memerdekakan keseluruhan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa Belanda.

58 tahun kemudian tepatnya 23 Januari 2000, sejarah patriotik 23 Januari 1942 ini kembali terulang lagi di daerah Gorontalo, dimana Pak Nelson Pomalingo dengan inspirasi dan spirit patriotik yang telah dicontohkan Pak Nani Wartabone tampil dengan cerdas dan berani mendeklarasikan pembentukan Provinsi Gorontalo. Pak Nelson dan kawan-kawan tak tahan melihat dan merasakan ketidakadilan yang dialami daerah ini berpuluh-puluh tahun. Daerah Duluwo Limo Lo Pohalaa yang memiliki ½ luas Propinsi induk, tapi anggaran yang dikucurkan ke daerah ini tidak lebih dari Rp 75 Milyar. Pejabat yang berasal dari daerah Hulondhalo bisa dihitung dengan jari tangan dipemerintahan propinsi. Daerah ini bila ditinjau dari berbagai aspek benar-benar terbelakang. Oleh karena itu apabila tidak ada perubahan dengan revolusi membentuk provinsi baru terlepas dari induk, maka daerah ini sangat sulit untuk meraih kemajuan dan mengejar ketertinggalannya dari daerah-daerah yang sudah maju lainnya di Indonesia.

Penulis masih teringat bagaimana bersemangatnya Pak Nelson membawa Tim DPOD pusat berkunjung ke Pondok Posantren Alkhaerat Tilamuta untuk memperlihatkan kepada Tim bahwa daerah Gorontalo layak menjadi sebuah provinsi. Pak Nelson dan kawan-kawan dengan fasilitas seadanya berupaya mewujudkan mimpinya mendirikan Provinsi Gorontalo. Pak Nelson dan kawan-kawan tidak patah semangatnya walaupun ada orang-orang yang mencibir dan pesimis juga ada orang-orang yang tidak mau membantu dan mendukung perjuangan pembentukan Provinsi Gorontalo.

Perjuangan Pak Nelson dan kawan-kawan akhirnya berbuah manis dengan diketuknya Undang-undang pembentukan Provinsi Gorontalo di DPR pusat pada tanggal 22 Desember 2000. Keberhasilan terbentuknya Provinsi Gorontalo ini menyebabkan orang-orang yang tadinya mencibir dan tidak mau mendukung serta membantu perjuangan pembentukan Provinsi Gorontalo segera “bakoprol” untuk dapat ikut berkiprah membangun Provinsi Gorontalo yang dengan bersusah payah telah diperjuangkan tersebut..

6 tahun sudah usia Provinsi Gorontalo, semangat juang dan patriotik Pak Nelson dan kawan-kawan yang tulus tanpa pamrih mendirikan Provinsi Gorontalo masih sangat dibutuhkan untuk mengawal agar cita-cita awal tujuan pembentukan Provinsi Gorontalo ini tidak akan melenceng jauh atau menyerong dari visi dan misi serta target yang dicita-citakan para pejuang Provinsi Gorontalo dulu. Tidak dapat dipungkiri dalam 5 tahun ini terdapat kemajuan yang sudah dialami Provinsi Gorontalo tetapi tidak sedikit juga ada hal-hal yang perlu dikawal untuk dikritisi dan diluruskan agar cita-cita awal pembentukan Provinsi Gorontalo ini segera terwujud dan hasilnya dapat segera dinikmati oleh seluruh rakyat Gorontalo.

Setelah Provinsi Gorontalo terbentuk anggaran pembangunan yang masuk ke daerah Agropolitan Jagung ini cukup besar. Pada tahun 2006 ini sudah mencapai Rp 2,83 Trilyun. Dalam 5 tahun yang akan datang (2007 – 2012) anggaran yang akan masuk ke Provinsi Gorontalo diharapkan digunakan secara efisien dan efektif serta produktif. Uang yang akan masuk ini diupayakan berputar beberapa kali bahkan berpuluh-puluh kali dimasyarakat Serambih Medinah sebelum uang tersebut keluar dari Provinsi Gorontalo. Dengan demikian diharapkan akan terjadi multiflier efek yang cukup signifikan yang akan dapat mendorong pengurangan masyarakat miskin di Provinsi Gorontalo.

Uang yang telah masuk yang digunakan untuk membangun aset di Provinsi Gorontalo seperti; jalan, gedung, irigasi dan lain-lain diharapkan berkualitas nomor 1, sehingga berumur panjang berpuluh-puluh tahun. Dengan demikian akan menghindari pembangunan yang berulang-ulang, asal jadi yang tidak efisien dan berkesan memboros-memboroskan anggaran, menghabiskan anggaran. Contoh pembangunan aset yang tidak tahan lama ini adalah peningkatan jalan di muka Kantor Gubernur yang lama, dibangun pada tahun 2002, setelah 5 tahun kemudian 2007 ini pada jalan tersebut sudah muncul kerikil-kerikil dan berlubang-lubang. Kalau pada jalan ini dialokasikan lagi anggaran, maka ini sama artinya dengan pemborosan anggaran. Bila anggaran yang akan dialokasikan ini dimanfaatkan untuk kegiatan lain tentu manfaat yang akan diperoleh sangat nyata untuk mempercepat kemajuan pembangunan di Provinsi Gorontalo.

Dalam periode 5 tahun yang akan datang Provinsi Gorontalo harus terus berupaya agar uang yang masuk ke Provinsi Gorontalo ini semakin besar dengan jalan melakukan kegiatan-kegiatan yang akan menyebabkan orang di luar daerah berduyun-duyun berkunjung ke Provinsi Gorontalo. Dengan kunjungan ini diharapkan orang-orang yang berkunjung tersebut membelanjakan uangnya di Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu barang-barang souvenir, kerajinan khas Gorontalo harus diperbanyak, ditata, dibina, dibimbing diberdayakan sehingga berkembang dengan baik dan pemasarannya dilokalisir disuatu tempat sehingga mudah dicari para pengunjung.

Obyek-obyek wisata agar dikelola secara entrepreneur dan profesional serta diperindah semenarik mungkin sehingga pengunjung tidak akan bosan-bosan datang untuk berkunjung ke Provinsi Gorontalo. Kegiatan rapat-rapat nasional diupayakan diselenggarakan di Provinsi Gorontalo. Demikian pula dengan kegiatan olahraga tingkat nasional, Sepakbola dan sebagainya, dimana semua kegiatan yang dilaksanakan akan berdampak pada berkunjungnya orang dari luar Provinsi Gorontalo dimana orang-orang tersebut akan berbelanja, mengeluarkan biaya hotel, biaya makan minum dan sebagainya di Provinsi Gorontalo, maka ini berarti uang yang berasal dari luar Provinsi Gorontalo telah masuk dan diharapkan uang tersebut berputar-putar untuk kegiatan investasi di daerah Agropolitan Jagung..

Uang yang sudah masuk di Provinsi Gorontalo diupayakan agar uang tersebut tidak langsung keluar dari daerah Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu penyebab uang yang akan keluar dari Provinsi Gorontalo ini harus dicegah,. perjalanan dinas executif dan legislatif keluar daerah dibatasi hanya untuk hal-hal yang penting saja. Barang-barang yang selama ini dibeli di luar daerah dalam 5 tahun ke depan diupayakan untuk diproduksi sendiri di Provinsi Gorontalo. Dengan berputar-putarnya uang ini dalam kegiatan investasi di Provinsi Gorontalo, maka akan dapat menumbuhkan usaha-usaha yang riil (UKM) yang dilakukan masyarakat, sehingga ini akan berdampak nyata pada kenaikan pendapatan perkapita masyarakat Provinsi Gorontalo.

Dengan memperingati hari patriotik 23 Januari 2007 ini diharapkan dapat memicu semangat percepatan pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang di Provinsi Gorontalo dalam lima tahun yang akan datang. Bukan hanya data-data statistik yang dinaik-naikan setiap tahun, tetapi kondisi riil masyarakat dan sumberdaya alam di lapangan juga harus terus diperbaiki. Masalah pengurangan mayarakat miskin, rusaknya hutan yang menyebabkan banjir dan surutnya air danau Limboto menunggu sentuhan tangan-tangan yang terampil dan berotak yang cerdas serta dengan semangat patriotik yang menggelora untuk dapat menuntaskan permasalahan yang urgen tersebut. Program dan kegiatan yang akan dilakukan bukan hanya selesai pada tataran penyusunan master plan, kajian, pengumpulan data-data statistik, seminar dan rapat-rapat yang tidak sedikit anggaran yang tersedot untuk kegiatan tersebut, tetapi untuk 5 tahun yang akan datang diupayakan program, kegiatan yang dilakukan sudah pada tataran implementasi, pelaksanaannya langsung sudah di tingkat lapangan atau sudah pada obyek yang menjadi sasaran, target dari kegiatan dan program yang dilakukan. didalam upaya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan yang dideritanya, merehabilitasi hutan dan danau Limboto yang sudah rusak parah.

Selamat memperingati hari patriotik 23 Januari. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa para pahlawan dan para pejuangnya.

Ketua Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup AP3G

(Aktifis Pembentukan dan Pengawal Provinsi Gorontalo)


Awas AIDS

AWAS PENYAKIT AIDS TELAH MASUK

KE PROVINSI GORONTALO *

Oleh : Yosef P. Koton

Cukup mengejutkan berita di Harian Gorontalo Post pada tanggal 22 Pebruari 2005 yang memberitakan meninggalnya seorang penderita AIDS di Kota Timur Kota Gorontalo. Penyakit AIDS adalah penyakit yang mematikan yang belum ditemukan obatnya dan menular melalui hubungan kelamin dan melalui kontak darah penderita dengan darah orang yang akan ditularinya.

Pertanyaan yang menggelitik dari kejadian tersebut diatas adalah apakah sebelum penderita AIDS tersebut sebelum meninggal telah melakukan hubungan badan dengan PSK-PSK (Pekerja Seks Komersial) di Provinsi Gorontalo ? Kalau hal tersebut terjadi maka penderita AIDS di Provinsi Gorontalo sudah menyebar. Belum lagi kalau luka si Pendertia AIDS tersebut bersentuhan dengan luka teman si penderita AIDS atau keluarga dekatnya atau melalui gigitan nyamuk. Hal ini pun akan menambah jumlah penderita AIDS di Provinsi Gorontalo.

Diberitakan Harian Gorontalo Post kalau si Penderita AIDS tersebut sempat menikah. Hal ini berarti isterinya tersebut secara otomatis sudah tertular, kalau si penderita dalam berhubungan badan dengan isterinya tidak menggunakan kondom.. Oleh karena itu Dinas Kesehatan harus fokus memantau dan mengawasi isteri si Penderita AIDS tersebut. Memberikan bimbingan rohani agar tidak menularkan kepada yang lainnya.

Diberitakan pula bahwa Dinas Kesehatan kehilangan alamat isteri penderita AIDS. Hal ini menunjukkan ketidak seriusan aparatur kesehatan terhadap penanggulangan penyakit yang akan memusnahkan penduduk di Provinsi Gorontalo ini.

Sudah selayaknya Dinas Kesehatan membentuk Tim Khusus Penanggulangan Penyebaran Penyakit AIDS ini. Tim tersebut bertugas dengan intensif dan dengan gerak yang cepat mendeteksi, memantau, mengawasi penderita AIDS jangan sampai menularkan ke yang lainnya.

Pengalaman yang berharga bagi pekerjaan tim ini kedepan, sesuai dengan yang diberitakan kalau penderita AIDS ini pernah mendonorkan darahnya di PMI pada tahun 2000 dan diketahui mengidap penyakit AIDS, tetapi karena pengawasannya yang tidak intensif sehingga si penderita di khawatirkan sudah menularkan penyakit kepada isterinya yang dikawininya 2 bulan sebelum penderita meninggal dan juga kepada kawan-kawannya, keluarganya dan juga yang lain-lainya di daerah ini.

Sungguh ironis, pada halaman lain Harian Gorontalo Post diberitakan Pimpro di Dinas Kesehatan di periksa Kejaksaan karena memark up pembelian alat Ronthgen dari harga yang sebenarnya Rp. 400 jt menjadi Rp. 1,6 Milliar. Tidakkah sebaiknya hasil mark up sebanyak Rp. 1,2 Milliar ini dibelikan peralatan untuk mendeteksi penyakit AIDS yang sangat berguna bagi kepentingan masyarakat banyak daripada hanya berguna untuk menambah kekayaan pribadi Pimpro dkk ?

Dari asal usul si Penderita AIDS ini adalah orang Gorontalo perantauan yang mudik kampung. Hal ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa orang Gorontalo yang berada di luar daerah Gorontalo maupun yang bukan orang Gorontalo yang akan masuk ke daerah ini membawa/menularkan hal yang positif dan negatif bagi kemajuan daerah ini kedepan. Hal yang positif seperti kualitas SDM nya yang tinggi, beriman, bermoral dan lain-lain yang baik-baik, sedangkan yang negatif contohnya membawa penyakit AIDS, narkoba, korupsi, premanisme dan lain-lain yang buruk-buruk.

Kecolongan dengan masuknya penyakit AIDS ini di Provinsi Gorontalo menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi aparatur Dinas Kesehatan untuk meningkatkan lagi kinerjanya dalam menyehatkan masyarakat. Pekerjaan paramedis adalah pekerjaan yang mulia sebagai suatu pengabdian kepada kemanusiaan. Kalau ingin menjadi banyak duit janganlah menjadi tenaga paramedis, berdaganglah itulah profesi yang cocok untuk itu. Disinyalir masyarakat pelayanan di beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas di Provinsi Gorontalo sangat menyedihkan para perawat dan mantrinya dan juga mungkin dokternya sangat lamban dalam menangani pasien. Nanti ketika keluarga pasien menanyakan dan membentak-bentak baru perawat/mantrinya mengambil sampel darah, kencing dan lain-lain untuk diperiksa, kalau tidak ditanyakan mereka inaktif alias cuek bebek.. suatu sikap yang tidak sesuai dengan jiwa ideal seorang tenaga paramedis yang mengabdi untuk kepentingan kemanusiaan.

Kepekaan terhadap pelayanan kemanusiaan ini perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan kesehatan sehingga tenaga paramedis yang dihasilkannya proaktif, tanggap, cepat, tersenyum, teliti, tekun dalam setiap melayani pasien tanpa membeda-bedakan status si pasien apakah kaya, miskin, pejabat atau pembantu rumah tangga semua adalah sama dalam pelayanan..

Akhirnya, penulis mengusulkan agar tanggal 22 Pebruari di peringati sebagai hari masuknya penyakit AIDS di Provinsi Gorontalo. Hari yang mengingatkan masyarakat di Provinsi Gorontalo bahwa setiap orang di daerah ini kalau tidak waspada setiap saat akan tertular penyakit yang berbahaya ini. Juga hari yang akan mengingatkan kepada aparatur kesehatan untuk meningkatkan lagi kinerjanya didalam mendeteksi, mengawasi dan memberantas penyakit terkutuk ini.

Kamis, 11 September 2008

SPIRIT 23 JANUARI MEMICU PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI GORONTALO

SPIRIT 23 JANUARI MEMICU PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROVINSI GORONTALO

Oleh : Yosef P. Koton

23 Januari 1942 adalah hari merdekanya daerah Gorontalo. Dibawah komando pejuang kemerdekaan waktu itu, Pak Nani Wartabone berhasil memerdekakan daerah Gorontalo dari penjajahan Belanda. Pak Nani dan kawan-kawan tak tahan melihat dan merasakan penderitaan yang dialami rakyat Gorontalo pada waktu itu, akibat penjajahan dan penzaliman yang dilakukan Belanda terhadap rakyat Gorontalo, dimana kekayaan alamnya dijarah untuk kemakmuran bangsa Belanda dan lebih menyedihkan lagi segala bangunan yang sudah terbangun akan dibumi hanguskan. Terdorong oleh situasi, kondisi, jiwa kebangsaan dan kedaerahan serta kerakyatan Pak Nani dengan beraninya tampil kedepan memimpin rakyat Gorontalo mengusir penjajah dari Bumi Serambi Medinah dan upaya yang dilakukan tersebut berhasil memerdekakan Gorontalo dari penjajahan bangsa Belanda pada 23 Januari 1942. 3 tahun kemudian, merdekanya daerah Gorontalo ini menjadi inspirator dan motivator Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta untuk memerdekakan keseluruhan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa Belanda.

58 tahun kemudian tepatnya 23 Januari 2000, sejarah patriotik 23 Januari 1942 ini kembali terulang lagi di daerah Gorontalo, dimana Pak Nelson Pomalingo dengan inspirasi dan spirit patriotik yang telah dicontohkan Pak Nani Wartabone tampil dengan cerdas dan berani mendeklarasikan pembentukan Provinsi Gorontalo. Pak Nelson dan kawan-kawan tak tahan melihat dan merasakan ketidakadilan yang dialami daerah ini berpuluh-puluh tahun. Daerah Duluwo Limo Lo Pohalaa yang memiliki ½ luas Propinsi induk, tapi anggaran yang dikucurkan ke daerah ini tidak lebih dari Rp 75 Milyar. Pejabat yang berasal dari daerah Hulondhalo bisa dihitung dengan jari tangan dipemerintahan propinsi. Daerah ini bila ditinjau dari berbagai aspek benar-benar terbelakang. Oleh karena itu apabila tidak ada perubahan dengan revolusi membentuk provinsi baru terlepas dari induk, maka daerah ini sangat sulit untuk meraih kemajuan dan mengejar ketertinggalannya dari daerah-daerah yang sudah maju lainnya di Indonesia.

Penulis masih teringat bagaimana bersemangatnya Pak Nelson membawa Tim DPOD pusat berkunjung ke Pondok Posantren Alkhaerat Tilamuta untuk memperlihatkan kepada Tim bahwa daerah Gorontalo layak menjadi sebuah provinsi. Pak Nelson dan kawan-kawan dengan fasilitas seadanya berupaya mewujudkan mimpinya mendirikan Provinsi Gorontalo. Pak Nelson dan kawan-kawan tidak patah semangatnya walaupun ada orang-orang yang mencibir dan pesimis juga ada orang-orang yang tidak mau membantu dan mendukung perjuangan pembentukan Provinsi Gorontalo.

Perjuangan Pak Nelson dan kawan-kawan akhirnya berbuah manis dengan diketuknya Undang-undang pembentukan Provinsi Gorontalo di DPR pusat pada tanggal 22 Desember 2000. Keberhasilan terbentuknya Provinsi Gorontalo ini menyebabkan orang-orang yang tadinya mencibir dan tidak mau mendukung serta membantu perjuangan pembentukan Provinsi Gorontalo segera “bakoprol” untuk dapat ikut berkiprah membangun Provinsi Gorontalo yang dengan bersusah payah telah diperjuangkan tersebut..

6 tahun sudah usia Provinsi Gorontalo, semangat juang dan patriotik Pak Nelson dan kawan-kawan yang tulus tanpa pamrih mendirikan Provinsi Gorontalo masih sangat dibutuhkan untuk mengawal agar cita-cita awal tujuan pembentukan Provinsi Gorontalo ini tidak akan melenceng jauh atau menyerong dari visi dan misi serta target yang dicita-citakan para pejuang Provinsi Gorontalo dulu. Tidak dapat dipungkiri dalam 5 tahun ini terdapat kemajuan yang sudah dialami Provinsi Gorontalo tetapi tidak sedikit juga ada hal-hal yang perlu dikawal untuk dikritisi dan diluruskan agar cita-cita awal pembentukan Provinsi Gorontalo ini segera terwujud dan hasilnya dapat segera dinikmati oleh seluruh rakyat Gorontalo.

Setelah Provinsi Gorontalo terbentuk anggaran pembangunan yang masuk ke daerah Agropolitan Jagung ini cukup besar. Pada tahun 2006 ini sudah mencapai Rp 2,83 Trilyun. Dalam 5 tahun yang akan datang (2007 – 2012) anggaran yang akan masuk ke Provinsi Gorontalo diharapkan digunakan secara efisien dan efektif serta produktif. Uang yang akan masuk ini diupayakan berputar beberapa kali bahkan berpuluh-puluh kali dimasyarakat Serambih Medinah sebelum uang tersebut keluar dari Provinsi Gorontalo. Dengan demikian diharapkan akan terjadi multiflier efek yang cukup signifikan yang akan dapat mendorong pengurangan masyarakat miskin di Provinsi Gorontalo.

Uang yang telah masuk yang digunakan untuk membangun aset di Provinsi Gorontalo seperti; jalan, gedung, irigasi dan lain-lain diharapkan berkualitas nomor 1, sehingga berumur panjang berpuluh-puluh tahun. Dengan demikian akan menghindari pembangunan yang berulang-ulang, asal jadi yang tidak efisien dan berkesan memboros-memboroskan anggaran, menghabiskan anggaran. Contoh pembangunan aset yang tidak tahan lama ini adalah peningkatan jalan di muka Kantor Gubernur yang lama, dibangun pada tahun 2002, setelah 5 tahun kemudian 2007 ini pada jalan tersebut sudah muncul kerikil-kerikil dan berlubang-lubang. Kalau pada jalan ini dialokasikan lagi anggaran, maka ini sama artinya dengan pemborosan anggaran. Bila anggaran yang akan dialokasikan ini dimanfaatkan untuk kegiatan lain tentu manfaat yang akan diperoleh sangat nyata untuk mempercepat kemajuan pembangunan di Provinsi Gorontalo.

Dalam periode 5 tahun yang akan datang Provinsi Gorontalo harus terus berupaya agar uang yang masuk ke Provinsi Gorontalo ini semakin besar dengan jalan melakukan kegiatan-kegiatan yang akan menyebabkan orang di luar daerah berduyun-duyun berkunjung ke Provinsi Gorontalo. Dengan kunjungan ini diharapkan orang-orang yang berkunjung tersebut membelanjakan uangnya di Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu barang-barang souvenir, kerajinan khas Gorontalo harus diperbanyak, ditata, dibina, dibimbing diberdayakan sehingga berkembang dengan baik dan pemasarannya dilokalisir disuatu tempat sehingga mudah dicari para pengunjung.

Obyek-obyek wisata agar dikelola secara entrepreneur dan profesional serta diperindah semenarik mungkin sehingga pengunjung tidak akan bosan-bosan datang untuk berkunjung ke Provinsi Gorontalo. Kegiatan rapat-rapat nasional diupayakan diselenggarakan di Provinsi Gorontalo. Demikian pula dengan kegiatan olahraga tingkat nasional, Sepakbola dan sebagainya, dimana semua kegiatan yang dilaksanakan akan berdampak pada berkunjungnya orang dari luar Provinsi Gorontalo dimana orang-orang tersebut akan berbelanja, mengeluarkan biaya hotel, biaya makan minum dan sebagainya di Provinsi Gorontalo, maka ini berarti uang yang berasal dari luar Provinsi Gorontalo telah masuk dan diharapkan uang tersebut berputar-putar untuk kegiatan investasi di daerah Agropolitan Jagung..

Uang yang sudah masuk di Provinsi Gorontalo diupayakan agar uang tersebut tidak langsung keluar dari daerah Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu penyebab uang yang akan keluar dari Provinsi Gorontalo ini harus dicegah,. perjalanan dinas executif dan legislatif keluar daerah dibatasi hanya untuk hal-hal yang penting saja. Barang-barang yang selama ini dibeli di luar daerah dalam 5 tahun ke depan diupayakan untuk diproduksi sendiri di Provinsi Gorontalo. Dengan berputar-putarnya uang ini dalam kegiatan investasi di Provinsi Gorontalo, maka akan dapat menumbuhkan usaha-usaha yang riil (UKM) yang dilakukan masyarakat, sehingga ini akan berdampak nyata pada kenaikan pendapatan perkapita masyarakat Provinsi Gorontalo.

Dengan memperingati hari patriotik 23 Januari 2007 ini diharapkan dapat memicu semangat percepatan pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang di Provinsi Gorontalo dalam lima tahun yang akan datang. Bukan hanya data-data statistik yang dinaik-naikan setiap tahun, tetapi kondisi riil masyarakat dan sumberdaya alam di lapangan juga harus terus diperbaiki. Masalah pengurangan mayarakat miskin, rusaknya hutan yang menyebabkan banjir dan surutnya air danau Limboto menunggu sentuhan tangan-tangan yang terampil dan berotak yang cerdas serta dengan semangat patriotik yang menggelora untuk dapat menuntaskan permasalahan yang urgen tersebut. Program dan kegiatan yang akan dilakukan bukan hanya selesai pada tataran penyusunan master plan, kajian, pengumpulan data-data statistik, seminar dan rapat-rapat yang tidak sedikit anggaran yang tersedot untuk kegiatan tersebut, tetapi untuk 5 tahun yang akan datang diupayakan program, kegiatan yang dilakukan sudah pada tataran implementasi, pelaksanaannya langsung sudah di tingkat lapangan atau sudah pada obyek yang menjadi sasaran, target dari kegiatan dan program yang dilakukan. didalam upaya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan yang dideritanya, merehabilitasi hutan dan danau Limboto yang sudah rusak parah.

Selamat memperingati hari patriotik 23 Januari. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa para pahlawan dan para pejuangnya.

Ketua Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup AP3G

(Aktifis Pembentukan dan Pengawal Provinsi Gorontalo)

Alamat Website: www. yosefkoton.blogspot.com



Jumat, 05 September 2008

MOCHTAR MOHAMAD (M2)


MOCHTAR MOHAMAD (M2)



Waktu itu, masih duduk dibangku SMP Negeri Telaga, saat-saat menghadapi ujian sekolah kami selalu belajar kelompok bersama dari rumah teman yang satu ke rumah teman yang lainnya. Salah satu rumah tempat belajar Kelompok belajarku adalah rumahnya Utan (Mochtar Mohamad) di desa Tuladenggi Kecamatan Telaga. Aku masih ingat bagaimana ramah dan tulusnya ibunya menerima kami belajar bersama. Begitu pula dengan adiknya Rita dan Kakaknya Ulin. Di pagi hari setelah belajar Kami bermain bulu tangkis, kebetulan dirumahnya Utan ada lapangan bulu tangkis. Teman-teman yang belajar dirumah M2 ini yang Aku masih ingat, maklumlah sudah 29 tahun (1979) yang lalu seperti antara lain; Hais Nasibu (Almarhum), Thamrin Mootalu (Almarhum), Zadir Bouta, Jemi Wadipalapa, Abdullah Moha dan Suwandi Musa. Biasanya kenderaan yang kami gunakan ke desa Tuladenggi ini adalah sepeda, ada yang jenis turangga, Jengki dan ada juga jenis yang lain. Yang Aku kenang tentang M2 ini adalah pada mata pelajaran ketrampilan, dimana leter hurufnya sangat Aku kagumi, banyak variasinya dan menurutku sangat indah dipandang.



Disamping itu pula pada saat di SMP kami berdiskusi kelompok dibawah bimbingan guru Matematika Kami, Pak Haji Yudin Mustafa berpindah dari rumah teman yang satu ke rumah teman yang lain. Sehingga tercipta keakraban diantara teman-teman seangkatanku waktu sekolah di SMP negeri Telaga saat itu. Karena keakraban ini diantara laki dan wanitanya secara alamiah memang hal yang normal sudah mulai muncul yang namanya benih cinta tapi masih dalam bentuk cinta monyet. Aku juga mengalaminya dimana Aku tidak punya nyali mengungkapkannya (PD Ku saat itu sangat rendah) hanya mata dan hati yang berbicara. Teman-teman berdiskusi yang masih kuingat waktu itu seperti antara lain; Sri Anggreini Bowta, Selviana Ikano, Fajrah Eyato, Yenni Daud, Warda Kaluku, Rosna Yusuf, Fatmah Thalib, Rona Hippy, Ramona Mohamad, Noldi Ahmad, Ida Ngabito, Ulan, Amrain Puhi, Rustam Thalib, Halid Usu, Ridwan Lukum, Abdullah Moha, Marwan Jafar.



Takdir siapa menjadi apa di tangan Tuhan, tidak ada yang menyangka pada 30 tahun yang lalu kalau temanku Utan ini akan menjadi Walikota Bekasi Propinsi Jawa Barat (2008 – 2013), sebelumnya wakil Walikota Bekasi (2003 – 2008). Teman seangkatanku SMP negeri Telaga saat ini Utan lah yang paling tinggi Jabatannya. Padahal waktu sekolah di SMP dulu prestasinya Utan ini biasa-biasa saja, Tidak Seperti prestasinya Marwan Jafar, Jhon Rantepadang dan Aku sendiri yang selalu menjadi bintang kelas. Aku bercanda kepadanya kalau pendidikan Akulah yang paling tinggi, karena saat ini Aku sementara mengikuti pendidikan S3 (Doktor) Administrasi Publik di Universitas Negeri Makassar.



Utan ini dari SMP dulu bila berteman sangat baik dan tulus, mengikuti sifat ibunya. Bayangkan waktu aku membesuk ibunya di Rumah Sakit ibunya masih mengenaliku padahal sudah 30 tahun yang lalu Aku sudah tidak pernah bertemu Ibunya lagi, karena keterbatasan waktu dan pekerjaan. Demikian pula dengan Adiknya Rita dan Kakaknya Ulin. Aku dan teman-teman berdoa Semoga Ibundanya Utan segera sembuh. Amin.



Orang sering berkata apabila seseorang sudah berhasil, maka akan lupa kepada teman-temannya dulu, apabila bertemu tidak menegur, tersenyum saja tidak karena gengsi jabatan, kekayaan dan kekuasaannya akan berkurang. Hal ini tidak berlaku pada temanku yang satu ini yang kukatakan kepada teman-teman Utan itu berhati “Malaikat” . Walaupun Jabatannya sudah tinggi diantara kami, Dia tetap seperti Utan 30 tahun yang lalu, bercanda, bersenda gurau seperti tidak ada jarak antara kami dan dia. Memang sudah sepantasnya Tuhan memberinya jabatan yang tinggi. Aku dan teman-teman berdoa semoga prestasinya meningkat terus dimasa yang akan datang, menjadi Gubernur atau bahkan menjadi Menteri. Amin.



Yang berbeda dari Utan yang dulu 30 tahun yang lalu dengan yang sekarang adalah adalah berat badannya yang semakin bertambah. Aku dan teman-teman berharap agar berat badannya dikurangi dengan melakukan olah raga yang teratur dan melakukan diet yang ketat sehingga kesehatannya akan tetap terjaga dan bugar selalu dalam bekerja dan berkarya untuk kemaslahatan umat manusia. Kami teman-temanMu di Gorontalo selalu berdoa untukMu untuk prestasimu dan kesehatanmu. Kabulkan ya .. Allah. Amin.